Saturday, November 26, 2016

Branding UKM yang Unik

Bicara Branding adalah bicara tentang nafas panjang, jauh dari kesan instan.
Sedangkan untuk tataran UKM Usaha Kecil Mungil, kebutuhannya mendesak jualan cash setiap hari.
namun bukan berarti mengesampingkan Branding. UKM tetep harus melakukan kegiatan branding.

Jualan dan Pencitraan (Selling dan Branding) diatur sedemikian rupa sehingga dua-duanya sinergi dalam mendukung usaha.



20 November 2016

Wahyu Liz Adaideaja, Praktisi Branding untuk UKM memberikan gambaran bagaimana langkah memperkuat Branding serta meraih omzet dengan meningkatkan selling
Belangsung di Hotel ASTON Bojonegoro, dengan 200 peserta anggota Asosiasi UMKM Bojonegoro.

antusiasme teman teman UKM Bojonegoro memang luar biasa

Owner Industri Kreatif Adaideaja ini menyampaikan jurus UKM, yakni Unik, Kreatif, dan Menjual

Unik
Produk UKM bila ingin melakukan percepatan dalam pengenalan produk atau promosi adalah dengan memperhatikan serta menonjolkan keunikannya.

Gali terus Diferensiasi atau faktor pembeda diantara produk-produk sejenis yang beredar di pasaran. 

Kreatif
Unik saja belum cukup, untuk dapat naik kelas, Go International, produk UKM harus bisa menampakkan nilai kreatif (creative value). 
Kreatif dalam banyak hal, meliputi: 
  • Nama dan identitas Brandnya, 
  • cara menjualnya, 
  • packaging, 
  • cara komunikasi dengan customer, Semua perlu cara-cara kreatif.

Menjual
Produk UKM diharapkan punya nilai jual dan tingkat penetrasi tinggi di pasar. 
Di sini dipaparkan cara efektif promosi, dengan budget murah, namun hasil berlimpah 

-------------------------------------------------------------------------
Wahyu Liz Adaideaja juga memBranding dirinya dengan karakter Si Kuprit

Langkah-langkah yang harus segera ditempuh oleh UKM:
  1. Memperbaiki Brand Identity/ Identitas Brand: Nama, Logo, Merk, Website, apalagi kaitannya dengan HAKI, segera daftarkan merk ke Dirjen HAKI. Supaya kedepannya aman. jangan sampai saat merk kita sudah meluas dikenal orang, tau-tau diklaim hak Ciptanya oleh orang lain.
  2. Selain Brand Identity tentu kualitas produknya juga harus ditingkatkan
  3. Gali nilai orisinalitas dan nilai historis dari produk anda, agar supaya lebih mudah untuk diceritakan kembali oleh orang lain 
  4. Kreasi maskot dan karakter yang mudah diingat dan friendly
  5. Memperbaiki Cara komunikasi dengan pelanggan. Seringkali teman teman UKM cara melayani ordernya asal-asalan, slow respon, kurang dalam memberikan kabar baik pada pelanggan. Ini harus diperbaiki
  6. Pergunakan cara-cara promosi yang Out Of The Box, misalnya: bikin meme/ poster/ spanduk yang lucu, karena humor adalah cara terbaik untuk menyampaikan pesan
  7. Coba untuk membranding diri: nulis buku misalnya

Gerrrsama teman-teman Panitia UMKM Bojonegoro

Dalam kesempatan ini juga, Mas Wahyu Liz yang dikenal dengan karakter Si Kuprit, juga menuturkan bahwa Branding itu tentang Konsistensi

Konsisten dalam mengkomunikasikan produk kepada khalayak. Dengan konsisten dan fokus, muncul trust atau kepercayaan pelanggan. Dengan demikian sudah isa dinamakan branding-nya berjalan.

Kalau Brand sudah dikenal, dan menancap di benak konsumen, maka kita dapat 'mendikte' terutama masalah harga. Mahal-pun akan tetap dicari, dan orang rela antri.
 
boneka si Kuprit

Pesan khusus dari Wahyu Liz Adaideaja, seminar branding semacam ini bagus diikuti, namun lebih bagus lagi dieksekusi, jangan berhenti sekedar ritual seminar

Semoga Mengharukan

info manajemen Wahyu Liz Adaideaja
085728309759

2 comments:

Nofika said...

Luar biasa, semoga Umkm semakin mendunia

Moorlife bagus said...

Nice sharing....Produk UKM harus mampu menguasai pasar lokal dan global.

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment